Hal yang Harus Dilakukan dan Dihindari pada Luka Diabetes

Hal yang Harus Dilakukan dan Dihindari pada Luka Diabetes

Luka pada penderita diabetes memang lebih sulit di sembuhkan di bandingkan dengan luka biasa, namun dengan menerapkan tips hal yang harus dilakukan dan dihindari pada luka diabetes ini, akan membuat luka anda tidak semakin parah, dan bahkan bisa membantu menyembuhkan luka Anda.

Jangan mengabaikan luka pada penderita diabetes, karena bisa mengakibatkan luka makin membesar dan bahkan bisa mengakibatkan amputasi. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena OH Diabetes, kali ini akan memberikan tips 3 hal yang harus dilakukan, dan 3 hal yang harus dihindari pada luka diabetes.

1.) Lakukan: Periksa Kaki Anda Setiap Hari

Luka umumnya seperti benjolan, luka lepuh, bekas cakaran dan luka.

Dalam beberapa kasus, membalut luka dengan perban menjadi solusi utama untuk mengobati hal tersebut, bahkan sebagian orang membiarkan luka tersebut untuk sembuh dengan sendirinya melalui mekanisme tubuh. 

Mengabaikan luka atau tidak melakukan pengobatan maka dapat menimbukan infeksi dan yang paling terburuk adalah amputasi. 

Dari informasi saat ini, ada beberapa hal yang bisa anda ambil untuk mengurangi hal tersebut.

Periksa apakah terdapat luka, benjolan, kulit kemerahan atau pembengkakan. karena lebih dari 80% amputasi bermula dari foot ulcer (ulkus kaki). 

Saran untuk anda apabila merasa kesulitan dalam menjangkau kaki, mintalah bantuan seseorang untuk memeriksanya atau gunakan cermin untuk membantu melihat bagian bawah kaki anda.

2.) Lakukan: Lindungi Kaki Anda

Untuk melindungi luka kaki anda, anda bisa menggunakan sepatu boot atau healing sandal. Tidak menggunakan alas kaki yang sesuai bisa memperlambat proses penyembuhan.

3.) Lakukan: Tanyakan Dokter Pilihan Lain dalam Mengobati Luka yang “Membandel”

Maksud dari luka yang membandel adalah luka tersebut sulit untuk disembuhkan. Jika debridement dan antibiotik tidak mampu menyembuhkan, mungkin saatnya anda mencari alternatif lain. 

Penggantian kulit juga merupakan pilihan alternatif, hal ini melindungi luka, kulit menjadi bersih dan lembab, dan mengurangi bakteri. 

Penggantian kulit bisa secara permanen atau temporer dan bisa menggunakan kulit natural (cadaver) atau menggunakan silikon. Alternatif selanjutnya adalah menggunakan terapi larva.

Selain 3 hal yang harus dilakukan pada luka diabetes diatas, Anda juga perlu memperhatikan 3 hal yang harus dihindari pada luka diabetes dibawah ini :

1.) Hindari: Lupa mengganti Perban Luka

Perban yang tepat juga bisa menjadi faktor penyembuhan luka, ini membantu dalam mempertahankan kelembaban dan membuat luka menjadi kering serta sembuh. 

Tidak mengganti perban secara rutin dapat mempengaruhi kelembaban dan menghambat proses penyembuhan.

2.) Hindari: Melakukan “operasi kecil” yang dilakukan sendiri.

Terkait melakukan operasi mandiri, hal tersebut tidak kami rekomendasikan, jadi lebih baik serahkan hal tersebut kepada ahlinya.

Untuk mengetahui perbedaan jenis luka pada diabetes, ada tehnik yang dih Debridement adalah pemindahan sel-sel mati pada luka. 

Debridement membantu luka dalam proses pengeringan dan penyembuhan serta dapat mengambil tindakan selanjutnya untuk mengatasi luka tersebut. 

Hindari untuk mengambil sendiri luka di kulit karena kita dapat tidak sengaja merusak pembuluh darah dan memperburuk luka.

3.) Hindari: Mencari Faktor Lain yang Dapat Menyembuhkan Lebih Cepat

Memang hidup dengan luka merupakan tantangan yang berat dalam hidup. Terdapat beberapa cara untuk mempercepat proses penyembuhan. Fokus dalam menjaga kadar gula dalam darah, karena gula darah yang tinggi dapat memperlambat proses penyembuhan. 

Memakan makanan yang sehat dan mengandung cukup kalori, protein, vitamin dan mineral termasuk vitamin C dan zinc, merupakan kunci untuk menyembuhkan luka. Tidak merokok, karena melemahkan sistem imun dan mencegah oksigen untuk menyembuhkan luka.

Artikel diatas menjelaskan tentang hal yang harus dilakukan dan dihindari pada luka diabetes, semoga bermanfaat untuk Anda.

Baca juga artikel kami yang lain: Hubungan antara Diabetes dan Kesehatan Gigi & Mulut

Kembali ke Halaman Utama

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*